Gambar: Ikan Purba Coelacanth dan Prof Ir Kawilarang Warouw Alex Masengi, MSc, PhD (Kolase: Minahasaraya.com/hvs)
minahasaraya.com – Perairan Sulawesi Utara (Sulut) dipilih menjadi program suaka habitat ikan purba raja laut Coelacanth.
Untuk meyakinkan program suaka ini, maka tim dari Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) dan Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) telah membawa Surat Keputusan (SK) mengenai pencadangan suaka habitat ikan purba raja laut Coelacanth ke pemerintah provinsi (Pemprov) Sulut, Jumat, 19 Desember 2025.
Menurut Prof Ir Kawilarang Warouw Alex Masengi, MSc PhD, yang mewakili Universitas Sam Ratulangi sebagai salah satu anggota tim pembahasan suaka habitat ikan purba raja laut Coelacanth, bahwa program suaka habitat ikan purba raja laut Coelacanth di Sulut, merupakan keputusan hasil rapat pembahasan mengenai calon kawasan konservasi suaka ikan purba Coelacanth, yang digelar di kantor KKP Pusat, 30 Oktober 2025 lalu.
Lanjut Masengi, hasil rapat tersebut menghasilkan 5 (lima) poin kesepakatan yang dituangkan dalam berita acara.
Pertama, luas kawasan konservasi yang akan diusulkan sebagai kawasan konservasi suaka ikan purba Coelacanth yakni seluas 120,014 Ha.
Kedua, lokasi calon kawasan konservasi ikan purba Colecanth sudah diakomodir dalam Draft Perda Provinsi Sulut seluas 28,49 Ha, dan masuk sebagai ketentuan khusus dan indikasi program, dengan usulan perubahan luas kawasan konservasi menjadi 120,014 Ha.
Ketiga, Direktorat Konservasi Ekosistem akan menyampaikan Nota Dinas kepada Direktorat Pemanfaatan Ruang Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil dan surat kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut untuk berkoordinasi dengan Tim Pokja penyusun RTRW Provinsi Sulut untuk mengakomodir perubahan luasan kawasan konservasi tersebut.
Keempat, ikan purba Coelacanth sudah dilindungi penuh berdasarkan KEPMENKP Nomor 1 tahun 2021 tentang jenis ikan yang dilindungi.
Kelima, kawasan konservasi ini akan dicadangkan melalui Surat Keputusan Gubernur Sulut.
Masengi menambahkan program suaka habitat ikan purba Coelacanth ini disponsori oleh BRIN dan KKP Pusat, CTI, IRD Perancis, Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Institute of Oceanology Chinese Academy and Science (IOCAS) Qing Dao dan Institute Of Vertebrate Palarntology and Palaenantropology (IVPP) Beijing, China, Tokyo University of Marine Science and Tehnology (TUMSAT) dan Kanazawa University, serta Research Center for Japan Strategy Researches Project Tropical Biosphere Research Center University of the Ryukyus Okinawa, Jepang. (hvs)