Gambar : Posisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan Indeks Domestik Lainnya, Pada Penutupan Perdagangan Sesi Pertama, Senin, 18 Mei 2026, Pukul 12.00 WIB/Minahasaraya/Harris
minahasaraya.com – Hasil pantauan minahasaraya pada aplikasi Trimegah Sekuritas, pada penutupan perdagangan disesi pertama hari ini Senin, 18 Mei 2026, pukul 12.00 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup diposisi 6.470,35 turun 252,97 poin atau turun 3,77%
Terpuruknya IHSG juga diikuti terpuruknya posisi indeks domestik lainnya, seperti LQ45 pada sesi pertama ditutup di posisi 637,77 turun 20,11 poin atau turun 3,06%, begitu juga indeks Kompas100 ditutup dilevel 858,58 turun 34,67 poin atau turun 3,88%.
Terpuruknya IHSG membuat hampir semua nilai saham yang diperdagangkan berada di zona merah. Penyebab utama terpuruknya IHSG disebabkan sejak adanya pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengenai dicoretnya sejumlah saham-saham Indonesia dari MSCI Global Standard Index dan MSCI Global Small Cap Index.
MSCI diketahui resmi menghapus enam saham Indonesia dari MSCI Global Standard Index, masing-masing, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN); PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN); PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA); PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA); PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN); PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)
Selain itu, MSCI juga mencoret 13 saham Indonesia dari MSCI Global Small Cap Index. Efek pengumuman MSCI juga diperparah oleh
penyedia indeks global lainnya yakni Financial Times Stock Exchange (FTSE) yang ikut buka suara soal masa depan saham-saham di Indonesia.
Pada pengumuman terbaru yang dirilis pada Rabu, 13 Mei 2026 lalu, FTSE memberikan sinyal keras terkait potensi penghapusan saham-saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Sementara untuk perdagangan mata uang, rupiah terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat. Pada penutupan sesi pertama perdagangan hari ini pukul 12.00 WIB, rupiah berada di posisi Rp17.660 per dolar AS. (hvs)