Gambar: IHSG dan Posisi Rupoah Terhadap Mata Uang Asing, Selasa, 19 Mei 2026, Pukul 16.00 WIB/Kolase: Minahasaraya/Harris
minahasaraya.com – Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) disesi kedua, hari ini Selasa, 19 Mei 2026, pukul 16.00 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup diposisi 6.370,86 turun 228,56 poin atau turun 3,46%.
Sedangkan posisi Indeks harga saham domestik lainnya, seperti LQ45 ditutup di level 634,82 turun 16,26 poin atau turun 2,50%, dan indeks Kompas100 ditutup dilevel 843,28 turun 31 poin atau turun 3,55%.
Berdasarkan pantauan minahasaraya di aplikasi Trimegah Sekuritas, anjloknya IHSG berimbas turunnya nilai pada hampir di semua saham yang terpuruk hingga 13%, saham-saham tersebut diantaranya saham RAJA turun 13,51% di harga Rp3.650 per lembar, saham TINS turun 13,20% di harga Rp2.960, DEWA turun 13,64% menjadi Rp380 per lembar, dan saham BUVA turun13,57% di harga Rp860.
Efek jatuhnya IHSG ini masih dipengaruhi pasca pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) 13 Mei 2026 lalu, mengenai dicoretnya sejumlah saham Indonesia dari MSCI Global Standard Index dan MSCI Global Small Cap Index. Pengumuman hasil evaluasi indeks (rebalancing) MSCI ini secara resmi berlaku efektif mulai 29 Mei 2026.
Penurunan IHSG juga dipengaruhi efek adanya rilis dari penyedia indeks global lainnya yakni Financial Times Stock Exchange (FTSE), yang memberikan sinyal keras terkait potensi penghapusan sejumlah saham Indonesia.
Sementara untuk perdagangan mata uang, rupiah masih melemah terhadap dolar Amerika Serikat. Pada penutupan sesi kedua perdagangan hari ini pukul 16.00 WIB, rupiah berada di posisi Rp17.706 per dolar AS. (hvs)