Gambar : Buku ‘Laku Spiritual Pak Harto’ / Kolase: Minahasaraya/HVS
minahasaraya.com – Peluncuran buku ‘Laku Spiritual Pak Harto’, digelar di Gedung IAS, Sekolah Pascasarjana Universitas Indonesia (UI), Salemba, Jakarta Pusat, Senin, 8 Juni 2026.
Selain Peluncuran Buku, acara diisi dengan Sarasehan Ketahanan Nasional ‘Laku Spiritual Pak Harto’, yang dihadiri sejumlah undangan dan tokoh yang pernah mengenal Pak Harto (Presiden RI Ke-2, Soeharto), keluarga Cendana, para dosen, dan ratusan mahasiswa UI.
‘Buku Laku Spiritual Pak Harto’ yang ditulis Bambang Wiwoho, diluncurkan bersamaan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Pak Harto ke-105, yang lahir pada 8 Juni 1921 dan diperingati pada Senin, 8 Juni 2026.
Buku ini menceritakan dibalik sosoknya Pak Harto sebagai penguasa Orde Baru Yang penuh kontroversi. Menurut penulis, Soeharto menyimpan dimensi lain yang jarang tersorot: Laku Spiritual yang diyakininya sebagai sumber keteguhan, ketenangan dan daya tahannya dalam memimpin negeri selama lebih dari 3 dekade.
Buku ini menyingkap sisi batin seorang presiden yang kerap tampil dingin dan hemat kata. Dari kebiasaan tirakat, kepercayaan pada pertanda, relasi dengan tokoh-tokoh kebatinan, hingga praktik-praktik spiritual Jawa yang mempengaruhi pengambilan keputusan politik.
Lanjut penulis, buku ini bukan merupakan penghakiman ataupun puji-puji, melainkan menghadirkan potret manusiawi seorang pemimpin dibalik kalkulasi politik dan strategi kekuasaan, terdapat pergulatan batin serta hubungan spiritual yang diyakininya dengan semesta.
Menurutnya, Laku Spiritual Soeharto, adalah upaya memahami sejarah dari sudut yang lebih hening–ruang sunyi tempat kuasa dan spiritualitas saling berkelindan. Sebuah bacaan reflektif bagi siapapun yang ingin melihat sisi lain dari perjalanan panjang kepemimpinan Indonesia. (hvs)