Gambar: Monumen Nani Wartabone
minahasaraya.com – Masyarakat Gorontalo tak bisa melupakan atas kebaikan Philip Pantouw, Pengusaha Kayu dan Pemegang HPH (Hak Pengusahaan Hutan) di Gorontalo ketika itu, sebagai orang yang berjasa membangun Monumen Pahlawan Nasional Nani Wartabone.
Hingga saat ini monumen tersebut telah menjadi ikon kota Gorontalo dan berdiri kokoh di pusat Kota, tepatnya di lapangan Taruna atau di depan rumah dinas Gubernur Gorontalo.
Bukti jasa Philip Pantouw ini diutarakan sendiri melalui pesan singkat WA pada 11 November 2019 oleh Putra Nani Wartabone yakni Yos Wartabone, sahabat kental Philip Pantouw. “Saya dan Bung Ile (Panggilan akrab Philip Pantouw) berteman akrab sejak tahun 1961, saat masih sama-sama di Jakarta,” tulis Yos Wartabone.
“Kemudian ditahun 1980-an, kami sama-sama ketemu di Manado, ketika masa pemerintahan Gubernur GH Mantik. Kami punya hobi yang sama berburu. Dan sering bersama berburu rusa di Gorontalo,” lanjut Yos.
“Ada satu kisah yang saya dan masyarakat Gorontalo tak bisa lupakan atas kebaikan sahabatku Bung Ile. Saya masih ingat di tahun 1988, ketika itu Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) dijabat CJ Rantung. Saya dan Bung Ile mendapat rekomendasi dari Pak Gub CJ Rantung untuk mengolah kayu jati di Gorontalo (Gorontalo ketika itu masih bagian dari provinsi Sulut),” lanjut Yos.
Saat di Gorontalo itulah Philip melontarkan satu kalimat yang memberinya kejutan. “Yos apa kira-kira yang boleh saya bangun untuk mengenang pahlawan pejuang Nani Wartabone. Lalu saya katakan, harap dibangun monumen Nani Wartabone,” kata Yos Wartabone.
Pembangunan monumen yang dibiayai Philip Pantouw bekerjasama dengan Walikota Gorontalo Achmad Nadjamudin saat itu, terwujud. “Sekarang monumen itu jadi ikon Kota Gorontalo saat ini. Terimakasih sahabatku Bung Ile, yang saya sudah anggap sebagai saudara dari keluarga besar Wartabone,” tambah Yos.
Pembangunan Monumen Nani Wartabone ketika itu didorong untuk memperingati, menghargai dan menghormati jasa-jasa dari Pahlawan Nasional, Nani Wartabone, sebagai pejuang revolusioner kemerdekaan Indonesia di Gorontalo, 23 Januari 1942. Saat itu Nani Wartabone mengibarkan bendera merah putih melawan penjajah dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Nani Wartabone yang merupakan putra Gorontalo yang berprofesi sebagai petani, bangkit memerdeka-kan Indonesia di Gorontalo yang dilakukan tiga tahun sebelum proklamasi kemerdekaan Indonesia. Waktu itu Nani Wartabone adalah sahabat Soekarno.
Mengenai pembangunan monumen Nani Wartabone, yang mulai dibangun pada Tahun1985 adalah inisiatif dan didanai oleh Pengusaha Philip Pantouw, yang waktu itu mengusulkan kepada Putra Nani Wartabone yakni Yos Wartabone dan Walikota Gorontalo saat itu Ahmad Nadjamudin, dengan memakai seorang arsitektur asal Jakarta, Christanto.
Philip Pantouw yang pada tahun itu (1985) mendapat kepercayaan sebagai pengusaha pemegang HPH di wilayah Gorontalo, terlibat membangun dan membiayai pembangunan Monumen Pahlawan Nasional Nani Wartabone. Kemudian monumen itu diresmikan oleh Walikota Gorontalo saat itu, Ahmad Nadjamudin. (hvs)