Gambar: Prof Soemitro Djojohadikusumo (Kanan), Philip P. Pantouw (Kiri)
SOEMITRONOMICS VS KONSEP DENG XIAOPING
Oleh : Philip P. Pantouw
SOEMITRONOMICS bukan istilah resmi dari Prof Soemitro sendiri, tapi sebutan dari para Ekonom untuk kebijakan ekonomi Prof Soemitro Djojohadikusumo saat Beliau menjadi Menteri Perdagangan & Keuangan era 1950 – 1970an.
Intinya ada pada rencana Prof Soemitro dengan Program Benteng.
1 – SOEMITRONOMICS bertumpuh pada “Nasionalisme Ekonomi Terpadu”.
Intinya :
PROGRAM BENTENG yang Proteksionisme bagi Pengusaha Pribumi.
Lesensi import dibatasi dan diprioritaskan kepada Pengusaha Pribumi agar bisa belajar menjadi Importir-Distributor Industri.
Tujuannya untuk mengangkat kapasitas Pengusaha Pribumi dari Nol ke tingkat yang mumpuni.
Nasionalisme Ekonomi
Negara turut mengatur mengintervensi secara aktif pembinaan Pengusaha Pribumi, investasi asing dibatasi, prioritas ke Industri substitusi impor.
Soemitronomics skeptis atas dominasi modal asing yang dapat mengakibatkan Ekonomi “Ekstraktif”.
PERENCANAAN TERPUSAT TAPI PRO-PASAR DOMESTIK.
Namun tidak seperti EKONOMI KOMANDO ala Uni Soviet dan RRC, walaupun Negara yabg mengatur sumberdaya untuk membangun Industri Nasional.
KONTEKS permasalahan :
Walaupun Indonesia baru Merdeka, pada tahun 1950an kenyataan Ekonomi dikuasai oleh etnis Tionghoa dan Belanda.
Prof Soemitro menghendaki agar ada kelas menengah pribumi dahulu baru dibukakan kran bebas.
VS
DENG XIAOPING.
“Sosialisme dengan ciri khas Tiongkok”.
INTI KONSEP :
Reform and Opening up.
Membuka diri kepasar, investasi asing serta mengatur mekanisme harga.
DENG katakan “PROVERTY IS NOT SOCIALISM” yang penting tingkat produktivitas naik dengan tidak meninggalkan label IDEOLOGI.
SOSIALIS MARKET EKONOMI.
Pasar Boleh berjalan Tapi dibawah kontrol Partai Komunis.
Kata Deng antara Sosialisme dan Kapitalisme itu “PEAS IN THE POD”.
Yang penting hasilnya.
GRADUAL & EKSPERIMENTAL.
Ujicoba di special Economic Zones terlebih dahulu seperti di Shenzhen, Zhuhai, Shantou nanti setelah berhasil Baru diperluas.
DIPERLUKAN STABILITAS DAHULU.
Mr Deng mengatakan “STABILITY IS THE BASIC PREMISE FOR REFORM”.
Perubahan-perubahan dalam Reformasi tidak boleh bikin Chaos.
KONTEKS Persoalan…
Tiongkok pada tahun 1978 Baru keluar dari Revolusi Kebudayaan yang mengakibatkan kehancuran Ekonomi.
Mr Deng membutuhkan pertumbuhan secepatnya oleh Karena itu memerlukan Investasi Asing masuk.
Perbedaan Pokok dari kedua sudut pandang secara singkat.
Soemitronomics :
Buka pasar namun diutamakan dahulu kepada Pengusaha Pribumi biar tidaj digilas Peng Asing.
DENG XIAOPING :
Membuka pasar selebar-lebarnya siapa saja boleh masuk asal saja Ekonomi jalan dan berkembang namun Partai harus tetap pegang kendali.
Demikianlah secara ringkas serupa tapi tak sama daru kedua pandangan tersebut.
Mohon dikoreksi oleh para pakar serta mohon maaf sebesar-besarnya atas segala kekurangan.
Tondano 26 Mei 2026
Salam Hormat :
Philip P Pantouw
Ketua Majelis Keluarga Besar Permesta