Gambar: Grafik IHSG dan Kondisi Rupiah Terhadap Sejumlah Mata Uang Asing/Foto: Screenshoot/HVS
minahasaraya.com – Menjelang penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Selasa 31 Maret 2026, pukul 15.00 WIB, nilai tukar rupiah terhadap dolar kini menembus Rp17.000, atau melemah 13 poin atau 0,08 persen.
Beberapa faktor utama yang menyebabkan dolar naik, antara lain, kenaikan suku bunga yang dilakukan bank central AS The Fed, dan faktor berinvestasi dalam aset dolar menjadi lebih menarik, serta meningkatnya permintaan dolar.
Potensi lain naiknya dolar, menurut Pengamat Mata Uang Ibrahim Assuaibi, disebabkan eskalasi perang Iran setelah kelompok Houthi yang berbasis di Yaman dan didukung Iran menyerang Israel pada akhir pekan lalu.
Diprediksi kelompok Houthi dapat membuka front baru dalam perang, mengingat mereka memiliki kemampuan untuk melancarkan serangan di Laut Merah.
Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga masih tertekan kini di posisi 7.062,64, turun 29,03 poin atau turun 0,41 persen.
Saat ini nilai sejumlah saham yang diperdagangkan ada yang naik dan ada yang turun. Data yang diperoleh minahasaraya.com dari PT Trimegah Sekuritas, saham yang mengalami kenaikan diantaranya, TINS, MDKA, BRPT, SSIA, BKSL, CARS, dan IMPC.
Sedangkan saham yang nilainya turun diantaranya, BUVA, RAJA, ADMR, BRMS, BUMI, ERAA, ARCI, BULL, INET, PTRO, DEWA, COIN, WIIM dan PANI. (hvs)