Perhimpunan Minahasa Raya

PMR Tegak Lurus ke Presiden Prabowo: “Orang Minahasa Jangan Jadi Penonton, Saatnya Ikut Berkontribusi dan Bekerja Membangun Indonesia”

Gambar: Searah Jarum Jam, Kiri Atas: Peserta Deklarasi Perhimpunan Minahasa Raya (PMR). Kanan Atas: Ketua Umum PMR Laksdya TNI (P) Dr Desy Albert Mamahit, MSc, dan Ketua Harian PMR, Jimmy Charles Kawengian, SE M.Ak. Kanan Bawah: Putri Pahlawan dan Pejuang Asal Minahasa, Ch Taulu yakni Dr Charletti Taulu, saat Memberikan Sambutan. Kiri Bawah: Pengurus dan Anggota PMR Lengkap dengan Panjinya Menyanyikan Lagu “Oh Minahasa”. (Foto dan Kolase: Minahasaraya.com/Harris)

minahasaraya.com – Ketua Umum Perhimpunan Minahasa Raya (PMR) Laksamana Madya Purn Dr Desy Albert Mamahit, didampingi Ketua Harian Jimmy Charles Kawengian, menyatakan dukungan penuh terhadap kepemimpinan pemerintahan Prabowo Subianto Djojohadikusumo, beserta program Asta Cita, 17 program prioritas, dan 29 program strategis nasional yang telah dicanangkan.

“Kami Perhimpunan Minahasa Raya menyatakan memberikan dukungan penuh kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto Djojohadikusumo,” tegas Desy Albert Mamahit, saat melakukan Deklarasi Organisasi PMR, yang dihadiri ratusan Pengurus dan Anggota PMR dan Simpatisan, di Tugu Proklamasi, Jakarta, Sabtu 25 Oktober 2025, pukul 16.12 WIB.

Naskah Deklarasi yang dibacakan langsung Ketua Umum PMR ini juga menyatakan bahwa PMR yang beranggotakan para Tou Minahasa merasa bangga dengan terpilihnya Tou Minahasa Jenderal TNI (Purn) Hi Prabowo Subianto Djojohadikusumo, sebagai Presiden Republik Indonesia Periode 2024-2029.

Desy Mamahit Pensiunan Jenderal TNI AL Bintang Tiga ini, juga menyatakan PMR berkomitmen secara tegas untuk mengawal serta memberikan kontribusi yang produktif demi kelancaran pembangunan nasional menuju terwujudnya masyarakat Indonesia Emas yang sejahtera dan berkeadilan.

“Pernyataan Deklarasi ini kami buat dan ditetapkan di Jakarta pada tanggal 25 Oktober 2025, tepatnya pukul 16.12 WIB, dengan kesungguhan dan penuh tanggungjawab,” ujar Mantan Kepala Bakamla RI.

Usai membacakan Deklarasi, kemudian pada pidato-nya Desy Albert Mamahit, menegaskan, bahwa sikap PMR adalah tegak lurus dibawah komando Presiden Prabowo Subianto Djojohadikusumo-Sigar.

“Sekali lagi sepak terjang program PMR adalah tegak lurus dibawah komando Presiden Prabowo Subianto Djojohadikusumo-Sigar,” tegasnya.

Untuk itu Desy mengajak para tokoh Minahasa dan para Tou Minahasa dimanapun berada, untuk terus mengobarkan semangat juang yang telah ditunjukkan para tokoh pejuang asal Minahasa dan para founding fathers dari Minahasa sebelumnya, terutama untuk terus berjuang dalam mengisi pembangunan yang ada saat ini dibawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Kita (Minahasa) adalah merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena itu saya mengajak, kita jangan hanya jadi penonton, tetapi harus terlibat bekerja memberikan kontribusi dan ikut membangun dalam pembangunan bangsa dan negara Indonesia tercinta, khususnya dalam pemerintahan saat ini yang dipimpin Tou Minahasa Presiden Prabowo Subianto Djojohadikusumo-Sigar,” ungkapnya.

“Tuhan telah izinkan, salah satu Putra terbaik Minahasa, yang lahir dari rahim seorang perempuan Minahasa, dan saat ini menjadi Presiden Republik Indonesia, dalam hal ini Bapak Prabowo Subianto Djojohadikusumo-Sigar,” cetusnya.

“Untuk itu tekad dan semangat juang kita sebagai orang Minahasa, harus terus dikobarkan, untuk ikut serta dalam pembangunan serta memberikan pemikiran, bekerja dan sumbangsihnya mendukung program pemerintahan Presiden Prabowo. Kalau bukan sekarang kapan lagi ada Presiden yang berasal dari Minahasa. Sekali lagi kita jangan jadi penonton, tapi harus aktif terlibat memberikan kontribusi yang nyata mendukung program pemerintahan saat ini,” kata Mantan Rektor Universitas Pertahanan 2014-2015 ini.

Sebelum membacakan Deklarasi, acara didahului dengan pembacaan Doa dari para Rohaniwan, baik berasal dari Kristen dan beragama Islam. Setelah itu menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Acara deklarasi selain dihadiri Ketua Umum Laksamana Madya TNI Purn DR Desy Albert Mamahit, juga dihadiri Ketua Harian Jimmy Charles Kawengian, SE, M.Ak, Wakil Ketua Umum Mayjen TNI Purn Ivan Pelealu, SE MS, Prof Ir. Isri Ronald Mangangka, M.Eng, PhD, Sekretaris Jenderal Steven Sahelangi, MPd, Ketua Dewan Pendiri Jak Tumewan, Fungsionaris Dewan Pendiri Markus Wauran, Penasehat Brigjen Pol Purn Johan Sumampouw, Hanny Potabuga, John Dumais, Nova Sumolang, Ny Isri Ronald Mangangka, dan Kol TNI AU Steven Lumenta.

Fungsionaris, Anggota dan Simpatisan PMR lain juga hadir, antara lain Tonny Tumbelaka, Jimmy Wijaya, Patar Saerang, Hendie Karisoh, Grace Taliwongso, Yunita Pakasi, serta ratusan fungsionaris dan anggota lainnya.

Para tamu dan undangan yang hadir juga terlihat ada dari keluarga Pahlawan asal Minahasa, yang merupakan Putri dari Pejuang asal Minahasa, Ch Taulu, yakni Dr Charletti Taulu. Undangan lain terlihat juga ada Pdt Dr Jerry Tawalujan, dan Ada juga perwakilan Minahasa asal Amerika yakni Lisa Tungka.

Pada acara tersebut, para peserta Deklarasi selain menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya”, juga diisi dengan melepaskan dua ekor burung merpati, menyanyikan lagu “Oh Minahasa Tempat Lahirku”, dan diakhiri dengan membawakan tarian poco-poco. (hvs)







Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *