Gambar: Ketua Harian PMR Jimmy Charles Kawengian (Kiri), dan Ketua Dewan Pendiri PMR Jak Tumewan (Kanan)/Foto dan Kolase: Minahasaraya.com/ Harris
minahasaraya.com – Ketua Harian Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Minahasa Raya (PMR), Jimmy Charles Kawengian, menyampaikan duka yang mendalam atas musibah yang terjadi provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
“Kami atas nama Perhimpunan Minahasa Raya, menyampaikan duka yang mendalam bagi saudara-saudara kami di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, atas banjir dan tanah longsor, sehingga menimbulkan banyak korban jiwa,”;ujar Jimmy Charles Kawengian, kepada minahasaraya.com, di Jakarta, Selasa, 2 Desember 2025.
“Kami juga menyampaikan keprihatinan dan sepenanggungan bagi para korban. Dan diharapkan keluarga korban untuk tabah dan kuat dalam menghadapi cobaan ini. Bagi korban yang meninggal kiranya mendapat tempat yang terbaik disisi Tuhan Yang Maha Kuasa,” tambah Ketua Umum Relawan GL Pro 08 ini.
Charles juga menyoroti mengenai kemungkinan bencana banjir bandang ini adalah akibat dari pembalakan liar dan adanya penebangan pohon yang dilakukan oleh mereka dan pihak-pihak yang tak bertanggungjawab. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya gelondongan kayu yang bertebaran pada saat banjir di tiga daerah tersebut.
“Karena itu saya mengharapkan kepada pemerintah dan aparat penegak hukum, untuk dapat memproses terhadap pelaku-pelaku pembalakan liar ini, sehingga menyebabkan banjir parah di tiga wilayah tersebut,” katanya.
Charles minta juga kepada pemerintah dan pihak aparat hukum untuk dapat memonitor terhadap oknum-oknum pejabat yang bisa memanfaatkan bencana ini untuk keuntungan pribadi, seperti anggaran yang diperuntukkan untuk bantuan sosial, jangan sampai di kebiri atau dikorup. Ini juga yang harus ditindak.
Penyampaian duka yang mendalam juga disampaikan Ketua Dewan Pendiri Perhimpunan Minahasa Raya, Jak Tumewan, yang menyatakan duka dan keprihatinan atas musibah yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
“Saya dari Perhimpunan Minahasa Raya, menyampaikan duka dan keprihatinan yang mendalam atas musibah banjir dan tanah longsor di tiga provinsi tersebut, sehingga menimbulkan banyak korban jiwa,” kata Jak Tumewan.
Sementara menurut data terakhir yang diperoleh minahasaraya.com, akibat bencana yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang terjadi selama beberapa hari terakhir ini telah mengakibatkan 442 orang meninggal dunia dan 646 lainnnya terluka. Selain itu sebanyak 402 orang dinyatakan masih hilang.
Pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga menyatakan ada sekitar 290 ribu orang mengungsi akibat bencana yang terjadi di 46 kabupaten dan kota tersebut, serta setidaknya 2.800 rumah rusak, baik rusak ringan, sedang, maupun berat. (hvs)