Gambar : Kondisi IHSG Pada Penutupan Perdagangan BEI, Kamis, 4 Juni 2026, Pukul.16.00 WIB. IHSG Diposisi 5.846,84 dan Rupiah Diposisi Rp18.047 Per Dolar AS/Gambar: Trimegah Sekuritas/Kolase: Minahasaraya/HVS
minahasaraya.com – Pada penutupan di sesi ke dua perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, 4 Juni 2026, pukul 16.00 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok di posisi 5.846,84 turun 94,23 poin atau 1,58%.
Sedangkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat hingga penutupan perdagangan hari ini, pukul 16.00 WIB, melemah 77 poin atau 0,43% di posisi Rp18.047 per dolar AS.
Meskipun melemahnya IHSG, nilai harga saham yang diperdagangkan terkoreksi dan tidak semua saham berada di zona merah, namun ada beberapa saham nilainya mengalami kenaikan.
Hasil pantauan Minahasaraya pada penutupan sesi ke-2 Kamis sore di aplikasi Trimegah Sekuritas, saham-saham yang mengalami kenaikan nilai, terjadi pada saham TINS naik 7,02% diposisi Rp3.050 per lembar saham, BULL naik 2,47% diposisi Rp332 per lembar, MDKA naik 7,76% diharga Rp2.500 per lembar.
Saham lain yang mengalami kenaikan nilai masing-masing, ADMR naik 5,36% diharga Rp1.375 per lembar, BUMI naik 0,68% menjadi Rp149 per lembar saham, dan saham CARS naik 3,41% menjadi Rp91 per lembar saham.
Para analis mengatakan, pelemahan tajam IHSG belakangan ini didorong oleh kombinasi sentimen negatif global dan domestik. Selain itu faktor lain adalah karena tertekannya nilai tukar rupiah hingga menembus Rp18.047 per dolar AS.
Sedangkan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, disebabkan oleh kombinasi faktor global dan domestik, termasuk tingginya suku bunga acuan Amerika Serikat (The Fed) sehingga memicu pembelian aset dolar.
Selain itu karena pengaruh ketegangan geopolitik yang melonjakkan harga minyak global, serta kekhawatiran dan rumor terkait kebijakan fiskal dan stabilitas ekonomi dalam negeri. (hvs)