Bogor – Bertempat di salah satu gedung pertemuan kampus IPB, Perhimpunan Minahasa Raya menggelar pertemuan perdana yang bertujuan untuk menyusun arah kerja organisasi ke depan, sekaligus menjalin keakraban antar anggotanya.
Pertemuan ini difokuskan pada dua agenda utama: penyusunan program kerja tahunan dan penguatan peran budaya Minahasa di tengah masyarakat modern. Dalam diskusi terbuka, para peserta membahas berbagai program, mulai dari seminar budaya, pelatihan kepemimpinan, hingga agenda sosial seperti bakti masyarakat dan pelestarian bahasa daerah.
“Budaya adalah identitas, dan kami ingin memastikan generasi muda Minahasa tetap bangga dan mengenal jati dirinya,” ungkap Steven Sahelangi, Sekretaris Jenderal Minahasa Raya.
Acara ini ditutup dengan sesi mapalus bersama dan doa adat Minahasa sebagai simbol persatuan dan harapan akan perjalanan organisasi yang harmonis dan berdampak besar.
