Foto: Sejumlah Kegiatan Majelis Keluarga Besar Permesta, Mengukuhkan dan Melantik Kelompok-Kelompok Tani Jagung di Sejumlah Desa di Minahasa, Selasa (16/9/2025). (Kolase: minahasaraya.com)
minahasaraya.com – Majelis Keluarga Besar Permesta dibawah Ketua Umum Philip Pantouw, terus berbuat nyata menunjang program ketahanan pangan 1 juta hektar diberbagai daerah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Program ketahanan pangan ini bertujuan untuk mencapai swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani, serta memenuhi produksi pangan lokal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Tindakan nyata Majelis Keluarga Besar Permesta ini melalui pengukuhan dan melantik kelompok-kelompok tani untuk program menanam padi ladang dan menanam jagung di sejumlah desa di Kabupaten Minahasa.
Setelah mengukuhkan dan melantik kelompok tani di sejumlah desa di Tondano Timur, kini Majelis Keluarga Besar Permesta, melanjutkan dengan mengukuhkan kelompok-kelompok tani menanam jagung seluas 5 hektar masing-masing di desa Kembes, desa Tombuluan di kecamatan Tombulu, kabupaten Minahasa pada Selasa 16 September 2025.
Pengukuhan kelompok tani juga dilakukan di desa Parepei, desa Talikuran dan desa Leleko, di kecamatan Remboken, kabupaten Minahasa, beberapa hari lalu, untuk program menanam jagung di masing-masing desa seluas 5 hektar.
Pengukuhan dan pelantikan kelompok tani ini dilakukan dan dihadiri langsung Ketua Umum Majelis Keluarga Besar Permesta Philip Pantouw, dan Pembina Kombes Pol Set Stephanus Lumowa.
Program ketahanan pangan yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto, bertujuan untuk mencapai swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani. Dalam konteks ini, berbagai inisiatif dan kebijakan telah diperkenalkan untuk mendukung produksi pangan yang berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada impor.
Salah satu tujuan utama program ini adalah mencapai swasembada pangan dalam waktu singkat. Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya produksi pangan lokal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Program ini mencakup peningkatan produksi berbagai komoditas pertanian, termasuk padi, jagung, dan kedelai, melalui penggunaan teknologi modern dan praktik pertanian yang berkelanjutan.
Diketahui salah satu langkah konkret adalah program penanaman jagung serentak di seluruh Indonesia, yang ditargetkan mencapai 1 juta hektare. Ini bertujuan untuk meningkatkan produksi jagung dan mendukung ketahanan pangan.
Program ini juga memberikan dukungan kepada petani melalui penyediaan bibit unggul, pupuk, dan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan mereka dalam bertani. (hvs)