Gambar: Grafik IHSG dan Kondisi Harga Sejumlah Saham Pada Penutupan Perdagangan, Jumat 30 Januari 2026, Pukul 16.00 WI. (sumber: Trimegah Sekuritas. Kolase: Minahasaraya/hvs)
minahasaraya.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan, Jumat, 30 Januari 2026, menguat 97,41 poin atau 1,18 persen di posisi 8.329,61.
Namun posisi IHSG ini masih jauh dari angka sebelum anjlok yang terjadi selama dua hari berturut-turut sejak Rabu dan Kamis, 28-29 Januari 2026, yang saat itu diatas angka 9.000 lebih.
Mulai bergerak naiknya IHSG Jumat ini, membuat sebagian saham perusahaan yang diperdagangkan hari ini bergerak ke zona hijau.
Hasil pantauan minahasaraya, melalui perusahaan pialang Trimegah Sekuritas, beberapa jenis saham yang sudah masuk zona hijau, antara lain BRMS, COIN, BUVA, BUMI, INET, BULL, DEWA, WIIM, PANI dan ERAA.
Sementara beberapa jenis saham dipaksa harus jual oleh investor pada perdagangan hari ini, karena sudah berada jauh dari angka batas bawah stop loss, termasuk saham perusahaan milik orang terkaya Indonesia Prayogo Pangestu, yakni kode saham PTRO (PT Petrosea Tbk) dan BRPT (PT Barito Pacific Tbk), serta jenis saham lain antara lain, SSIA, BKSL, dan CARS.
Informasi lain, akibat anjloknya IHSG dan harga saham, membuat Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman telah mengumumkan pengunduran diri dari jabatannya, di kantor BEI, Jakarta, Jumat, 30 Januari 2026.
Iman mengatakan pengunduran dirinya dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kondisi pasar modal Indonesia yang memburuk dalam beberapa waktu terakhir ini.
Dikabarkan juga akibat memburuknya kondisi pasar modal yang berujung pada pengunduran diri Dirut BEI Iman Rachman, maka Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, melalui pernyataan CEO nya Rosan Roeslani, menyatakan minat untuk menjadi salah satu pemegang saham Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah demutualisasi bursa efek diterapkan.
“Kita terbuka, kalau sudah terjadi demutualisasi, tentu Danantara berkeinginan untuk masuk juga,” kata Rosan Roeslani dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat.
Danantara, menurut dia, menyambut positif rencana percepatan demutualisasi BEI sebagai bagian dari transformasi struktural pasar modal nasional dan penguatan tata kelola bursa.
Menurut Rosan, terkait skema masuknya ke BEI, apakah melalui penawaran umum perdana saham (IPO) atau mekanisme lain, Rosan menyebut hal itu masih dikaji melihat struktur terbaik yang disiapkan dalam proses demutualisasi. (hvs)