Perhimpunan Minahasa Raya

Peneliti University of the Ryukyus Jepang dan FPIK Unsrat Temukan Persebaran Baru Ikan Padi (Medaka) di Pulau Selayar dan Flores

Gambar: Ikan Padi (Medaka), dan Ixchel Feibie Mandagi, SPi.,MSi.,PhD (Peneliti University of the Ryukyus Jepang dan FPIK Unsrat).

Peneliti University of the Ryukyus Jepang dan FPIK Unsrat Temukan Persebaran Baru Ikan Padi (Medaka) di Pulau Selayar dan Flores

Oleh:
Ixchel Feibie Mandagi,SPi.,MSi.,PhD

minahasaraya.com – Okinawa – Manado – Selayar, November 2025, Tim peneliti gabungan dari Tropical Biosphere Research Center, University of the Ryukyus, Okinawa, Jepang, bersama peneliti dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), berhasil mengonfirmasi keberadaan ikan padi (Medaka) di Pulau Selayar dan Pulau Flores, Indonesia.

Penemuan ini menjadi catatan distribusi baru untuk genus Oryzias, yang selama ini memiliki persebaran terbatas pada wilayah tertentu di Asia Tenggara, Jepang, dan beberapa pulau di Nusantara.

Temuan Baru yang Mengubah Peta Distribusi Medaka

Ikan padi atau Medaka (genus Oryzias) merupakan kelompok ikan kecil perairan tawar–payau yang sangat penting dalam penelitian biologi, genetika, dan evolusi.

Selama ini, persebaran Medaka di Indonesia terutama dilaporkan dari:
• Sulawesi (termasuk O. celebensis, O. woworae, O. eversi)
• Timor
• Bali
• Kepulauan kecil di Nusa Tenggara

Penemuan populasi alami Medaka di Selayar dan Flores menunjukkan bahwa wilayah persebarannya lebih luas dari yang diperkirakan sebelumnya.

Hal ini memberikan kontribusi penting bagi pemahaman tentang:
1. Evolusi dan biogeografi ikan Medaka di kawasan Wallacea
2. Dinamika kolonisasi dan isolasi populasi
3. Polka persebaran organisme kecil pada pulau-pulau tropis
4. Konektivitas genetik antarpulau

Metode Penelitian

Tim peneliti melakukan:
1. Survei Lapangan
Pengambilan sampel dilakukan di beberapa sungai dan mata air di Pulau Selayar dan Flores. Ikan yang ditemukan memiliki karakter morfologi khas Medaka:
• Ukuran tubuh kecil
• Bentuk tubuh fusiform
• Warna keperakan–kekuningan
• Sirip transparan
2. Dokumentasi & Analisis Taksonomi Awal
Spesimen yang ditemukan didokumentasikan melalui foto in situ dan sampel jaringan diambil untuk analisis DNA.
3. Rencana Analisis Genetik
Analisis lanjutan yang direncanakan meliputi:
• DNA barcoding (COI dan Cyt b)
• Analisis filogenetik
• Perbandingan dengan spesies Medaka dari Sulawesi, Timor, dan Jepang.
Langkah ini penting untuk menentukan apakah populasi di Selayar dan Flores merupakan:
• Spesies yang sudah dikenal, atau potensial spesies baru.

Pentingnya Penemuan Ini

Menurut ketua tim riset, temuan ini memiliki implikasi penting:
1. Biogeografi Wallacea:
Menambah pemahaman tentang pola sebaran ikan air tawar di area transisi biogeografi paling unik di dunia.

2. Konservasi Spesies Endemik:
Pulau-pulau kecil memiliki kerentanan ekologis tinggi. Temuan ini dapat menjadi dasar perlindungan habitat.

3. Ilmu Dasar dan Genetika:
Medaka merupakan organisme model internasional dalam biologi perkembangan dan genetika, seperti Zebrafish.

4. Potensi Penelitian Kolaboratif Indonesia–Jepang:
Memperkuat kerja sama riset tentang biodiversitas antara University of the Ryukyus dan universitas-universitas di Indonesia.

Kutipan dari Peneliti

“Penemuan ini sangat penting karena membuka kemungkinan adanya alur persebaran ikan Medaka yang sebelumnya tidak terdeteksi. Selayar dan Flores dapat menjadi kunci untuk memahami sejarah biogeografi dan evolusi kelompok ini di Asia Tenggara.”
— Ketua Peneliti, Tropical Biosphere Research Center, University of the Ryukyus
“Indonesia adalah pusat keanekaragaman Oryzias di dunia. Data baru ini semakin menegaskan pentingnya Wallacea sebagai laboratorium alam untuk studi evolusi.”
— Peneliti FPIK Unsrat

Daftar Referensi Ilmiah

Berikut referensi relevan yang mendukung konteks ilmiah penemuan ini:
1. Parenti, L. R. (2008). A phylogenetic analysis and taxonomic revision of ricefishes, Oryzias and relatives. Zoological Journal of the Linnean Society.
2. Hilgers, L., & Schwarzer, J. (2019). A new species of Oryzias from Sulawesi. Journal of Fish Biology.
3. Takehana, Y. et al. (2005). Genetic architecture and phylogeography of medaka fish. Molecular Biology and Evolution.
4. Kottelat, M. (2013). The fishes of Southeast Asia: taxonomy and distribution. Raffles Bulletin of Zoology.
5. Naruse, K. et al. (2011). Medaka: A Model for Organogenesis, Human Disease, and Evolution. Springer.
6. Ishikawa, A. (2020). Population genomics of medaka across East Asia. Nature Communications.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *