Foto: John Dumais
minahasaraya.com – Menyusul pernyataan Perhimpunan Minahasa Raya (PMR), kini Personil Pengurus Generasi Penerus Perintis Kemerdekaan (GPPK), John Dumais, menyikapi hal yang sama yakni mengutuk pernyataan mengenai adanya isu rapat gelap untuk menjatuhkan pemerintahan Prabowo Subianto di beberapa daerah termasuk di Minahasa, yang dilontarkan Pengamat Politik Amir Hamzah melalui sebuah diskusi.
Amir Hamzah melontarkan pernyataan tersebut setelah mengutip sebuah pernyataan Mantan Anggota BIN Kol (Purn) Sri Radjasa Chandra, saat berdiskusi dan dipandu seorang Jurnalis Senior Darmawan Sepriyossa, yang tayang dikanal YouTube, Program Forum Keadilan TV, Kamis 7 Agustus 2025 lalu.
“Saya mengutuk dan mengkritik pernyataan Amir Hamzah yg asal bunyi menyebut Minahasa. Amir Hamzah tidak paham kultur dan budaya Minahasa,” tegas John Dumais.
Alasan lain John Dumais, karena masyarakat di Minahasa dalam setiap Ibadah selalu memanjatkan Doa Syafaat yang salah satu poinnya adalah Berdoa buat bangsa dan negara dari pemimpin tingkat pusat sampai pemimpin terendah.
“Minahasa adalah tanah leluhur para pahlawan dan para waraney. Apalagi Pak Presiden adalah setengah darah Minahasa yang mengalir dari Ibunya, jadi nggak mungkin dan suatu hal yang mustahil ada rapat gelap di Minahasa,” tambah John Dumais, Mantan Ketua Komisi I DPRD Sulut.
Untuk itu, John meminta agar Amir Hamzah harus mencabut serta meminta maaf kepada Seluruh Rakyat Sulut dan Minahasa. Selain itu Amir Hamzah sebagai pengamat harus mempertanggungjawabkan pernyataan yang asbun serta provokatif.
Sebelumnya, Ketua Harian Perhimpunan Minahasa Raya (PMR) Jimmy Charles Kawengian, juga mengecam keras terhadap beredarnya isu adanya rapat gelap di beberapa daerah termasuk di Minahasa, untuk menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto.
“Saya tak percaya dan tak mungkin orang Minahasa mau menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto, sebab seluruh orang Minahasa dimanapun dia berada, mata dan pikiran sedang tertuju dan menjaga serta mengawal Presiden Prabowo,” tegas Charles Kawengian kepada Minahasaraya.com, di Jakarta, Minggu, (17/8/2025). (hvs)