Foto: Sherpa Manembu
minahasaraya.com – Jelang musda partai Golkar Sulut, berbagai kritikan dan kegagalan yang dialamatkan kepada Ketua Partai Golkar Sulut Christiany Eugenia Paruntu (CEP) terus berdatangan dari para senior partai Golkar. Tokoh senior partai Golkar Theo L Sambuaga dan Sherpa Manembu angkat bicara mengenai kegagalan CEP yang masih ingin memimpin partai Golkar Sulut.
“Partai Golkar Sulut, sampai saat ini masih prihatin atas perolehan jumlah kursi DPRD Kabupaten/kota dan provinsi, kok Ketuanya masih ingin mencalonkan diri dalam musda Golkar Sulut mendatang,” cetus tokoh senior Golkar Sulut, Sherpa Manembu, kepada minahasaraya.com, secara tertulis, Selasa (29/7/2025).
“Jika ingin mncalonkan diri lagi menjadi ketua Golkar Sulut, berarti ingin mempertahankan keterpurukan jumlah perolehan kursi Golkar Sulut yang ada saat ini,” tambah Manembu, yang pernah beberapa periode menjadi anggota DPRD Sulut.
Menurut Manembu, kegagalan Tetty Paruntu sapaan akrab CEP, yang paling mencolok adalah kegagalan dalam mencapai target jumlah kursi anggota DPRD kabupaten/kota dan provinsi pada lemilu 2024.
Sebelumnya Sesepuh Senior Partai Golkar Theo L Sambuaga, juga berpendapat harus ada perbaikan dan penyegaran untuk masa depan partai Golkar Sulut mengingat gagalnya meraih jumlah kursi DPRD Kabupaten/kota dan provinsi di Sulut hasil pemilu 2024.
Sementara Senior partai Golkar Sulut yang lain, Daniel Masengi, juga angkat bicara dalam menyambut Musyawarah Daerah (Musda) Partai berlambang pohon beringin ini.
Daniel Masengi Mantan Ketua AMPI Sulut dan beberapa kali duduk sebagai anggota DPRD Sulut dari fraksi partai Golkar, menyatakan dalam musda Golkar Sulut mendatang harus ada penyegaran dalam kepengurusan DPD Partai Golkar Sulut, selain tidak mencapai target jumlah kursi DPRD Sulut pada pemilu 2024, juga orang yang akan dipercayakan untuk menahkodai Golkar Sulut, harus mengerti tentang visi dan misi Golkar ke depan.
“Dan mengenai siapa orangnya yang akan maju mencalonkan sebagai Ketua Golkar Sulut pada Musda, harus punya visi ke depan untuk membangun Sulut,” tambahnya.
Kenapa harus ada penyegaran dalam kepengurusan pada musda mendatang, menurut Masengi, karena untuk memimpin Golkar Sulut harus punya visi dan misi yang jelas dalam membangun daerah ke depan. (*)