Theo L Sambuaga dan Tonny Hendrik Lasut (Foto: Dok/Kolase minahasaraya.com)
minahasaraya.com – Menjelang Musda Partai Golkar Sulawesi Utara (Sulut), nama Tonny Hendrik Lasut (THL), yang saat ini menjabat Ketua Golkar Minahasa Tenggara (Mitra) menguat. Pencalonan THL selain didukung sejumlah kader Partai Golkar, juga mendapat dukungan Tokoh Senior DPP Partai Golkar, Dr Theo L Sambuaga.
Saat dimintai pendapat soal figur calon ketua Golkar Sulut Tonny Hendrik Lasut, Theo Sambuaga kepada minahasaraya.com menyatakan, Tonny Lasut, termasuk kader terbaik partai Golkar di Sulut yang ada saat ini. Dan wajar jika dipercayakan kepadanya.
Sementara Tonny Hendrik Lasut, menyatakan, tetap pada sikapnya untuk tetap maju sebagai calon Ketua Golkar Sulut pada Musda Golkar mendatang.
Menurut sejumlah kalangan dan para politisi di Sulawesi Utara, Tonny Lasut berpeluang besar untuk pimpin partai Golkar Sulut menggantikan Christiany Eugenia Paruntu (CEP) yang sudah menjabat dua periode sebagai Ketua Golkar Sulut.
CEP memang belakangan dijagokan kembali memimpin Partai Golkar Sulut, namun sepertinya terbentur aturan batas dua periode kepemimpinan.
Dimana berdasarkan AD/ART Partai Golkar, khususnya dalam BAB IX Pasal 66 ayat 1, disebutkan bahwa Ketua DPD tingkat provinsi, kabupaten/kota, maupun struktur di bawahnya, hanya dapat menjabat selama dua periode, baik secara berturut-turut maupun tidak.
Hal ini menempatkan CEP dalam posisi yang tidak memungkinkan untuk mencalonkan diri kembali sebagai ketua.
Sebelumnya pada pemberitaan beberapa media lokal di Sulut, Tonny Lasut yang saat ini menjabat Wakil Ketua DPRD Mitra ini menyatakan kesiapannya maju di Musda Golkar Sulut.
“Saya siap maju. Karena sudah ada dukungan dari DPD II di Sulut serta dari pemilik suara. Kalau semua menghendaki, kita jalan bersama-sama. Karena kita adalah petarung,” kata Tonny Lasut kepada wartawan, yang dilansir dari manadopost.
Lebih lanjut, THL menegaskan semua kandidat yang muncul adalah kader-kader terbaik yang punya kecintaan terhadap Golkar. Ia menyebut, dirinya tidak sedang mencari kekuasaan semata, tetapi ingin memperkuat partai dari dalam. “Ini soal tanggung jawab moral dan pengabdian,” tambahnya.
Dukungan terhadap THL tak hanya datang dari struktural partai di tingkat DPD II, tetapi juga dari para kader akar rumput. (*/harris)