Perhimpunan Minahasa Raya

Presiden Prabowo Akan Diberi Gelar Doktor Kehormatan. MKBP dan Unsrat Lengkapi Persyaratan Pahlawan Nasional Prof Dr Soemitro Djojohadikusumo

Gambar: Suasana Rapat Yang Dipimpin Ketua MKBP Philip Pantouw dan Rektor Unsrat Prof Oktovian Berty Sompie, di Ruang Rapat Rektorat Unsrat di Manado, Selasa 17/3/2026. Foto: MKBP/Kolase: Minahasaraya.com


minahasaraya.com – Proses untuk menjadikan Begawan Ekonomi Prof Dr Soemitro Djojohadikusumo sebagai pahlawan nasional terus dikerjakan Majelis Keluarga Besar Permesta (MKBP) bekerjasama dengan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat).

Untuk keseriusan usulan Prof Dr Soemitro Djojohadikusumo sebagai pahlawan nasional, maka Ketua Majelis Keluarga Besar Permesta (MKBP) Philip Pantouw dan Rektor Unsrat Oktovian Berty Sompie, menggelar rapat di ruang rektorat kampus Unsrat, Manado, Selasa 17 Maret 2026, membahas untuk melengkapi beberapa persyaratan gelar pahlawan nasional yang diminta.

Beberapa persyaratan untuk usulan sebagai pahlawan nasional yang dibahas dalam rapat antara lain, pemberian nama gedung dan pembangunan monumen atau patung dan taman Prof Dr Soemitro.

Dan hasil rapat yang diterima minahasaraya.com, menyepakati bahwa Unsrat akan memberi nama terhadap auditorium Unsrat dengan nama Auditorium Prof Dr Soemitro Djojohadikusumo.

Selain itu, hasil rapat juga, membahas persyaratan lain yakni Unsrat dan MKBP segera membangun monumen atau patung Prof Dr Soemitro Djojohadikusumo.

Sedangkan persyaratan lain, yakni pemberian nama jalan dan seminar lokal dan nasional tentang Prof Dr Soemitro Djojohadikusumo, segera dimatangkan.

Untuk seminar nasional, menurut Sekretaris MKBP Elisa Regar, segera dilaksanakan. Tema seminar adalah menyangkut “Kepeloporan Prof Dr Soemitro Djojohadikusumo dalam Pengelolaan Ekonomi Bangsa Indonesia Demi Kesejahteraan Rakyat”.

Sedangkan untuk seminar lokal, menurut Regar, temanya adalah “Peran Prof Dr Soemitro Djojohadikusumo, Dalam Menggagas Pewujudan Otonomi Daerah dan Desentralisasi Pembangunan Ekonomi Nasional (demi keadilan dalam pemerataan hasil kekayaan SDA)”.

Wakil Ketua Tim Pengkaji Gelar Pahlawan Daerah (TP2GD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Raymon Mawikere, yang turut hadir dalam rapat, menjelaskan, bahwa persyaratan sebagai pahlawan nasional Prof Dr Soemitro segera diwujudkan.

Menurut Mawikere, meskipun Prof Dr Soemitro bukan berasal dari Manado, namun dukungan dari daerah dalam hal ini Majelis Keluarga Besar Permesta dan Unsrat, menunjukkan suatu semangat nasional dalam menghargai Tokoh Bangsa Prof Dr Soemitro Djojohadikusumo.

“Tidak ada masalah meskipun Prof Dr Soemitro berasal dari Jawa, sebab MKBP dan Unsrat merupakan elemen bangsa. Kami optimis Prof Dr Sumitro Djojohadikusumo bisa diperjuangkan hingga sukses dijadikan sebagai pahlawan nasional,” kata Mawikere.

Lantas Mawikere membandingkan bahwa Universitas Paramadina di Jakarta pernah mengusulkan Laksamana John Lie sebagai Pahlawan Nasional. Padahal Laksamana John Lie berasal dari Manado-Sulawesi Utara, dan akhirnya sukses dikukuhkan sebagai Pahlawan Nasional pada 2009.

“Jadi meskipun Prof Dr Soemitro berasal dari Jawa, namun Unsrat dan Majelis Keluarga Besar Permesta, sebagai dua elemen bangsa, bisa mengusulkan beliau (Prof Dr Soemitro) sebagai Pahlawan Nasional,” jelas Mawikere.

Prabowo Akan Diberi Gelar Doktor Kehormatan

Hasil rapat MKBP dan Unsrat, juga bahwa Unsrat akan memberikan gelar doktor kehormatan honoris causa kepada Presiden Prabowo Subianto. Rencana pemberian gelar doktor kehormatan kepada Presiden Prabowo akan diberikan dalam rapat senat terbuka Unsrat di Manado dalam waktu dekat ini.

Bersamaan pemberian gelar doktor kehormatan, direncanakan Presiden Prabowo akan meresmikan gedung fakultas hukum Unsrat enam lantai dan asrama mahasiswa nusantara yang bisa menampung 500 mahasiswa.

Sementara Ketua MKBP Philip Pantouw menyampaikan apresiasi atas langkah proaktif Rektor Unsrat Prof Oktovian Berty Sompie, dalam mendukung proses pembangunan monumen dan gelar pahlawan nasional kepada Prof Dr Soemitro Djojohadikusumo, dan rencana pemberian gelar doktor honoris causa kepada Presiden Prabowo Subianto.

“Proses pengusulan nama pahlawan ini, sudah dimulai dari sekarang. Sekali lagi kami berterima kasih kepada Rektor Unsrat Prof Berty Sompie yang sangat proaktif bersama-sama dengan kami mendorong usulan gelar pahlawan ini. Soal kapan ditandatangani danbdisetujui Presiden, apakah 2026, 2027, atau 2028, itu semua kita serahkan pada kehendak Tuhan dan Presiden RI,” ujar Philip Pantouw, pria energik ini.

Philip menegaskan, yang terpenting saat ini adalah harus terus bergerak dan mempersiapkan seluruh persyaratan gelar pahlawan nasional yang dibutuhkan.

Hadir dalam rapat, selain Ketua MKBP Philip Pantouw dan Rektor Unsrat Prof Oktovian Berty Sompie, juga hadir pengurus MKBP Dolfie Kotambunan, Lina Pusung, Arthur Rumimpunu, dan Jurnalis Tommy Waworundeng dan Regina Mangkey. Sementara dari Unsrat mendampingi rektor hadir masing-masing, Dr Max Rembang, Dr Hesky Stevy Kolibu, Dr Reky Stenly Windah, dan Dr Andi Malik. (*/hvs)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *