Perhimpunan Minahasa Raya

Boyke Rompas Resmi Bergabung di Perhimpunan Minahasa Raya

Gambar: Boyke Rompas, Saat Mengenakan Baju Rompi Perhimpunan Minahasa Raya (PMR) yang Diberikan Ketua Dewan Pendiri PMR Jak Tumewan dan Sekjen Steven Sahelangi (PMR)/Foto dan Kolase: Minahasaraya.com/Harris

minahasaraya.com – Menjelang Pengukuhan pengurus Perhimpunan Minahasa Raya (PMR), sejumlah Tou Minahasa menyatakan ikut bergabung dalam struktur organisasi, termasuk Mantan Birokrat Pemerintah Sulawesi Utara (Sulut) Boyke Rompas.

Bergabungnya Boyke Rompas sebagai Wakil Ketua Dewan Pengawas PMR, ditandai dengan penyematan baju rompi PMR yang diberikan Ketua Dewan Pendiri Jak Tumewan dan Sekretaris Jenderal Steven Sahelangi, di Hotel Gran Melia, Jakarta, Kamis, 27 November 2025.

Boyke Rompas sebelumnya adalah Mantan Birokrat pejabat eselon dua pemerintah provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut), masing-masing, pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Kepala Dinas Tenaga Kerja. Begitu juga disejumlah Kabupaten/Kota, Boyke pernah menjadi kepala dinas pariwisata kota Manado, dan kepala dinas pariwisata kota Bitung.

Saat ini Boyke aktif sebagai Ketua Yayasan Permesta Sejahtera Indonesia, yang berpusat di Manado, yang tengah gencar memberikan bantuan sosial berupa sembako kepada mereka yang tidak mampu, baik di Minahasa, Manado, Minahasa Utara dan Bitung.

Kepada minahasaraya.com, Boyke Rompas, mengatakan, dirinya berterimakasih kepada Ketua Dewan Pendiri Jak Tumewan dan Sekjen Steven Sahelangi, Jhon Dumais, yang sudah mengajak masuk di PMR.

“Saya ini asli Minahasa, anak petani, anak pejuang, dan bukan siapa-siapa. Saya hanya ingin memberikan sesuatu kepada organisasi Perhimpunan Minahasa Raya, melalui keterlibatan dalam kegiatan program PMR yang akan dijalankannya nanti,” ungkap Boy panggilan akrab Boyke Rompas.

“Alasan lain, bergabungnya saya dengan Perhimpunan Minahasa Raya, karena para founding fathers asal Minahasa, telah banyak memberikan contoh mengenai perjuangan orang Minahasa terlibat dalam perjuangan dalam memperebutkan kemerdekaan Indonesia,” tuturnya.

Ada tiga hal yang diharapkan Boyke Rompas untuk PMR. Pertama, bagaimana merefleksikan para founding fathers asal Minahasa terdahulu yang telah mengangkat suku bangsa Minahasa dalam kancah nasional maupun internasional.

Kedua, diharapkan suku bangsa Minahasa bisa berada ditengah-tengah dengan suku bangsa lain di Indonesia, dalam mengisi pembangunan untuk pemerintahan Prabowo-Gibran.

Ketiga, ide dan program tak akan berjalan tanpa anggaran yang ada, karena itu, Boyke mengajak pengurus PMR bisa memanfaatkan segala potensi dannkemampuan yang ada dalam organisasi untuk menciptakan pemasukan bagi organisasi. Ada banyak diaspora asal Minahasa di luar negeri, ini juga bisa menjadi salah satu kontribusi bagi PMR.

Karena itu, dalam pengelolaan anggaran, menurut Boyke harus transparan terutama untuj pertanggungjawaban keuangan yang masuk, dan di publish dalam website PMR, agar semua yang memberikan kontribusi bagi PMR bisa mengetahuinya.

Pada pertemuan dan penyematan baju rompi PMR kepada Boyke Rompas di Hotel Gran Melia, selain Ketua Dewan Pendiri PMR Jak Tumewan dan Sekjen Steven Sahelangi, juga hadir fungsionaris PMR lainnya, seperti Jhon Dumais, Dewi dan Harris Vandersloot Laoh. (hvs)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *