
Prof Dr Sumitro Djojohadikusumo/ Foto: Kompas
minahasaraya.com – Bulan Mei pada setiap tahun akan diperingati sebagai bulan Prof Sumitro Djojohadikusumo. “Dan penetapan bulan Mei sebagai bulan Prof Sumitro sudah dilakukan melalui Deklarasi yang disampaikan dalam rangkaian perayaan 109 Tahun Prof Sumitro Djojohadikusumo yang digelar di Graha Gubernuran Bumi Beringin, Manado, Jumat, 29 Mei 2026,” kata Philip Pantouw, Ketua Umum Majelis Keluarga Beaar Permesta (MKBP), kepada Minahasaraya, Kamis, 4 Juni 2026.
“Deklarasi bulan Mei sebagai bulan Prof Sumitro itu dilakukan MKBP dan dihadiri berbagai elemen masyarakat, akademisi, tokoh Permesta, serta pemerhati sejarah dan ekonom yang tergabung dalam keluarga besar Permesta di Sulawesi Utara ,” tambah Philip.
Ia menjelaskan, penetapan bulan Mei sebagai bulan Prof Sumitro merupakan bentuk penghormatan atas jasa dan pemikiran Begawan Ekonomi Indonesia Prof Sumitro.
“Dan dibulan Mei akan dirayakan setiap tahun sebagai Bulan Prof Sumitro. Ini menjadi momentum untuk mengenang serta mengkaji kembali pemikiran-pemikiran beliau (Prof Sumitro) dalam mendesain dan meletakkan dasar pembangunan ekonomi bangsa Indonesia, mulai dari awal kemerdekaan hingga masa Orde Baru,” ujar Philip.
Menurutnya, kontribusi Prof Sumitro tidak hanya tercatat dalam sejarah pembangunan nasional, tetapi juga menjadi warisan intelektual yang tetap relevan dalam menghadapi tantangan ekonomi masa kini.
Karena itu, generasi muda perlu diperkenalkan lebih jauh terhadap gagasan-gagasan dan perjuangan Prof Sumitro dalam membangun fondasi ekonomi Indonesia.
Philip menambahkan, peringatan bulan Mei sebagai bulan Prof Sumitro diharapkan menjadi agenda tahunan yang melibatkan berbagai kalangan, mulai dari akademisi, mahasiswa, hingga organisasi kemasyarakatan, melalui kegiatan seminar, diskusi, dan kajian ilmiah, pemikiran Prof Sumitro yang akan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi pembangunan bangsa.
“Prof Sumitro adalah tokoh yang pemikirannya melampaui zamannya. Apa yang beliau lakukan untuk Indonesia patut dikenang dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” tegas Pantouw.
“Deklarasi tersebut menjadi salah satu agenda penting dalam perayaan 109 tahun kelahiran Prof Sumitro Djojohadikusumo, sekaligus memperkuat dukungan berbagai elemen masyarakat Sulawesi Utara terhadap upaya pelestarian warisan pemikiran Sang Begawan Ekonomi yang dikenal sebagai tokoh arsitek yang meletakkan dasar dasar pembangunan ekonomi Indonesia ke depan,” ungkap Philip.
Bulan Prof Sumitro tentu berbeda dengan bulan Bung Karno. Sebab bulan Prof Sumitro agenda utamanya akan bergeser dari isu politik ke arah literasi finansial dan pembangunan ekonomi.
Selain itu, peringatan bulan Prof Sumitro juga bisa dilakukan dalam bentuk kegiatan penganugerahan pemberian penghargaan (Sumitro Award) bagi ekonom terbaik atau bagi mereka yang melakukan inovasi dibidang teknologi. (*/hvs)