Gambar : Grafik Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan Posisi Rupiah Terhadap Mata Uang Asing, pada penutupan perdagangan, Selasa sore (12/5/2026), pukul 16.00.WIB/Foto:Screenshoot/minahasaraya/hvs
minahasaraya.com – Hasil pentauan minahasaraya di aplikasi Trimegah Sekuritas, tekanan dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah terus terjadi. Pada penutupan perdagangan bursa hari ini, Selasa, (12/5/2026), hingga pukul 16.00 WIB, rupiah sudah berada di angka Rp17.500 per dolar AS. Rupiah juga tertekan terhadap mata uang lain antara lain terhadap Euro yang sore tadi diposisi Rp20.565,15 per Euro, dan Rp23.676,31 per pound Inggris.
Sejumlah analis memperkirakan, kondisi ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap dolar AS masih sangat tinggi dan tekanan jual terhadap rupiah masih sangat kuat.
Melemahnya rupiah juga tidak lepas dari faktor penguatan dolar AS di pasar global, ketidakpastian di Timur Tengah akibat konflik AS dan Iran yang belum benar-benar mereda, yang membuat pasar sangat berhati-hati.
Selain itu, pasar global juga mencermati pernyataan Presiden AS Donald Trump yang meragukan keberlanjutan gencatan senjata AS dan Iran karena menolak tawaran damai terbaru dari Teheran.
IHSG
Sementara pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Selasa, (12/5/2026), pukul 16.00 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), belum beranjak naik diatas angka 7.000, dan pada penutupan perdagangan berada di posisi 6.858,90, turun 46,72 poin atau 0,68%. Posisi penutupan IHSG hari ini turun saat dibuka diperdagangkan tadi pagi yang masih berada di level 6.946,85.
Masih melemahmya IHSG hari ini, karena pelaku pasar cenderung melakukan aksi jual dan wait and see menjelang pengumuman review MSCI yang dilakukan hari ini.
Pelaku pasar masih khawatir bursa Indonesia akan kembali mengalami penurunan bobot dalam indeks global MSCI, yang berpotensi memicu arus keluar dana asing.
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi menegaskan, pihaknya masih menunggu hasil pengumuman MSCI, namun pihaknya akan mengambil angkah reformasi pasar modal yang bertujuan memperkuat integritas pasar modal. (hvs)