Gambar: Poltracking Indonesia
minahasaraya.com – Peta elektoral terbaru mengenai nama-nama potensial yang akan berkontestasi pada pemilu presiden 2029 nanti, nama Prabowo Subianto (Presiden RI saat ini) adalah paling terekam dalam ingatan publik dengan ranking tertinggi yakni 32,9%, diikuti oleh Dedi Mulyadi 13,5%, dan Anies Baswedan 9,2%. Demikian diumumkan lembaga survey Poltracking Indonesia, melalui rilis yang dilakukan Peneliti Utama Poltracking Indonesia Masduri Amrawi, Senin, 13 April 2026.
Sedangkan pada pertanyaan terbuka soal siapa calon wakil presiden pada 2029, nama Gibran Rakabuming Raka (Wakil Presiden RI saat ini) menduduki peringkat pertama yakni 26,8% paling terekam dalam ingatan publik, diikuti oleh Dedi Mulyadi 8,9%, dan Mahfud MD 4,3%.
Pada pengukuran elektabilitas partai politik, terhadap 18 partai politik, Partai Gerindra memperoleh elektabilitas 26,1%, diikuti PDI Perjuangan15,4%, dan Partai Golkar 9,0%.
Sementara hasil survey lain mengenai tingkat kepercayaan publik terhadap Pemerintahan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka mendapat poin 75,1%. Sementara tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Prabowo Subianto sebagai presiden yakni 74,9%.
Sedangkan Tingkat kepuasan terhadap Pemerintahan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka menjelang satu setengah tahun pemerintahan yakni 74,1%. Survey ini sekaligus menyatakan bahwa di tengah ketegangan geopolitik dunia saat ini, kepuasan terhadap Pemerintahan Prabowo – Gibran masih cenderung tinggi.
Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Pemerintahan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka cenderung kepada program-program yang sudah dijalankan. Di antaranya 74,1% publik yang mengatakan puas, 23,0% mengatakan karena program Makan Bergizi Gratis (MBG), kemudian karena bantuan pemerintah yang tepat sasaran 13,8%, dan kepemimpinan tegas dan berwibawa 10,2%.
Untuk tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Pemerintahan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka dari keberhasilan dalam menangani masalah-masalah yang ada, menyatakan Sebanyak 77,8% publik menilai Pemerintahan Prabowo – Gibran berhasil dalam menjaga kerukunan antar umat beragama, kemudian 69,9% berhasil menjaga keamanan, serta 69,4% berhasil dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Untuk persebaran publik yang merasa puas terhadap Pemerintahan Prabowo – Gibran berdasarkan kelompok wilayah, publik di wilayah Sumatera, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah – DIY, DK Jakarta – Banten, Kalimantan, Bali – Nusa, dan Maluku – Papua cenderung puas terhadap Pemerintahan Prabowo – Gibran. Sementara publik di wilayah Sulawesi cenderung berimbang antara yang puas dan tidak puas terhadap Pemerintahan Prabowo – Gibran.
Sebaran lainnya berdasarkan pendidikan, yang tidak lulus dan lulusan SD, tamatan SMP, SMA dan Diploma – Sarjana cenderung puas dengan Pemerintahan Prabowo – Gibran. Begitu pun berdasarkan kelompok usia, semua kelompok usia mulai dari Generasi Z, Milenial, Generasi X, Baby Boomers, dan Silent Gen juga cenderung puas terhadap Pemerintahan Prabowo – Gibran.
Pada bagian lain, berbagai program yang sudah dijalankan oleh Pemerintahan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka mendapat afirmasi positif dari publik, salah satunya yakni program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai 36,5% publik sebagai program paling dirasakan manfaatnya, kemudian Bantuan Subsidi Upah 11,0% dan layanan kesehatan gratis 9,6%.
Selain itu program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat perhatian besar dari publik, sebanyak 88,0% publik mengetahui program Makan Bergizi Gratis [MBG]. Dan penilaian terhadap program MBG, sebanyak 55,0% publik mengatakan puas dengan program tersebut, namun masih ada sebanyak 35,8% publik mengatakan tidak puas.
Program MBG populer dan menjadi salah satu program yang mendongkrak tingkat kepuasan terhadap Pemerintahan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka . Namun catatan penting bagi pemerintah yang menjadi perhatian khusus, yakni keputusan untuk bergabung dengan Board Of Peace (BOP) sebanyak 59,3% setuju dengan keputusan tersebut, dan 40,7% publik mengatakan tidak setuju dengan keputusan tersebut.
Untuk evaluasi lembaga negara dan institusi demokrasi, sebanyak 77,6% publik mengatakan puas terhadap kinerja Tentara Nasional Indonesia (TNI), diikuti Presiden & Wakil Presiden (Lembaga Kepresidenan) 64,1%, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 62,9%.
Survei nasional ini dilakukan pada awal Maret 2026, dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling. Dengan pengambilan data lapangan dilakukan pada tanggal 2 – 8 Maret 2026. Sampel pada survei ini adalah diambil dari 1220 responden dengan margin of error +/-2.9% pada tingkat kepercayaan 95%.
Klaster survei menjangkau 38 provinsi di seluruh Indonesia secara proporsional berdasarkan data jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) 2024, sedangkan stratifikasi survei ini adalah proporsi jenis kelamin pemilih.
Pengumpulan data dilakukan oleh pewawancara terlatih melalui wawancara tatap muka dengan menggunakan teknologi aplikasi terhadap responden yang telah terpilih secara acak. Setiap pewawancara mewawancarai 10 responden untuk setiap satu desa/kelurahan terpilih.
Maksud dan tujuan dari survei ini secara umum untuk mengukur kinerja Pemerintah dan Program Prioritas Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka di tengah kondisi geopolitik saat ini, serta berbagai kebijakan yang sudah diambil.
Temuan ini merupakan potret terbaru dari survei yang dilakukan pada awal Maret 2026. Namun begitu, berbagai kemungkinan tentang persepsi publik masih berpotensi terjadi, bergantung pada isu dan konstelasi yang akan terus bergulir. (*/hvs)