Perhimpunan Minahasa Raya

Sulut Hadirkan Destinasi Wisata Baru Bernama “Taman Wisata Perairan Ikan Purba Raja Laut Coelacanth”

Gambar: Wisata Ikan Purba Coelacanth (Foto Kiri) dan Prof Ir Kawilarang Warouw Alex Masengi, MSc PhD (Foto Kanan)


minahasaraya.com – Terbitnya Surat Keputusan (SK) Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Nomor 431 Tahun 2025, Tentang Pencadangan Kawasan Konservasi Taman Wisata Perairan Ikan Purba Raja Laut Coelacanth, disambut gembira Prof Ir Kawilarang W.A.Masengi MSc PhD sebagai Ketua Steering Committe Coelacanth International di Manado sekaligus
Ketua Cagar Biosfer Bunaken Tangkoko Minahasa (Man and Biosphere Programme, UNESCO).

Masengi yang juga Dosen Program Doktor Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) mengatakan, terbitnya SK Gubernur Sulut ini karena berkat dukungan doa dan kerja keras bersama Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), International Coelacanth Research Center and Marine Museum, dan Cagar Biosfir Bunaken Tangkoko Minahasa serta pihak Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unsrat.

Adapun luas Pencadangan Konservasi Ikan Purba ini sesuai SK Gubernur yakni memiliki luas 120,01 hektar di peta perairan Sulut lengkap dengan batas-batas titik koordinat yang sudah ditentukan dalam SK tersebut.

SK yang ditandatangani Gubernur Sulut Mayjen TNI Purn Yulius Selvanus pada 30 Desember 2025 ini menetapkan beberapa hal penting antara lain, Pencadangan Konservasi Ikan Purba Raja Laut Coelacanth adalah seluas 120,01 hektar dengan peta dan batas koordinat.

Hal yang lebih penting lagi, dalam SK tersebut ditekankan bahwa kawasan konservasi ini dikelola sebagai Taman Wisata Perairan Ikan Purba Raja Laut Coelacanth di Sulut.

Sedangkan biaya yang timbul dari SK Gubernur ini dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan
Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sulut serta sumber dana lain sesuai peraturan perundang-undangan.

Sebelumnya, perairan Sulut dipilih menjadi program suaka habitat ikan purba raja laut Coelacanth.

Untuk meyakinkan program suaka ini, maka beberapa bulan lalu tim dari Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) dan BRIN telah membahas mengenai pencadangan suaka habitat ikan purba raja laut Coelacanth dengan pemerintah provinsi (Pemprov) Sulut, Jumat, 19 Desember 2025.

Menurut Prof Masengi, bahwa program suaka habitat ikan purba raja laut Coelacanth di Sulut, sebelumnya merupakan keputusan hasil rapat pembahasan mengenai calon kawasan konservasi suaka ikan purba Coelacanth, yang digelar di kantor KKP Pusat, 30 Oktober 2025 lalu.

Masengi menambahkan program suaka habitat ikan purba Coelacanth ini juga disponsori oleh BRIN dan KKP Pusat, CTI, IRD Perancis, Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Institute of Oceanology Chinese Academy and Science (IOCAS) Qing Dao dan Institute Of Vertebrate Palarntology and Palaenantropology (IVPP) Beijing, China, Tokyo University of Marine Science and Tehnology (TUMSAT) dan Kanazawa University, serta Research Center for Japan Strategy Researches Project Tropical Biosphere Research Center University of the Ryukyus Okinawa, Jepang. (hvs)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *