Perhimpunan Minahasa Raya

MKBP Siapkan Lahan Baru Untuk Tanam Padi Ladang, Jagung dan Gandum

Gambar: Kegiatan Ketua Kelompok Tani Majelis Keluarga Besar Permesta (MKBP), Devy Kemur (Foto Kiri), dan Ketua Umum MKBP Philip Pantouw (Foto Kanan).

minahasaraya.com – Setelah menanam jagung di desa Kasuratan, Remboken, Minahasa, Kelompok Tani Majelis Keluarga Besar Permesta (MKBP), dalam waktu dekat ini akan melanjutkan penanaman jagung, padi ladang dan gandum di sejumlah desa di Minahasa.

Ketua Kelompok Tani MKBP, Devy Kemur, menegaskan, desa yang sudah siap selanjutnya untuk menanam jagung, padi ladang dan gandum adalah desa Tataran Patar, kecamatan Tondano Selatan.

“Luas lahan yang akan ditanam di desa Tataaran Patar sebesar 10 hektar untuk jagung, 2 hektar untuk padi ladang, dan kurang lebih 1 hektar untuk menanam gandum,” ungkap Kemur per telfon, Jumat (16/1/2026).

Ia menjelaskan, hampir seluruh desa di Minahasa sudah ada kelompok tani binaan Majelis Keluarga Besar Permesta. Bahkan bukan hanya di Minahasa kelompok tani MKBP ini juga sudah tersebar hingga kabupaten Talaud.

Dikatakan, dalam menjalankan program menanam, kelompok tani MKBP selama ini belum difasilitasi pihak dinas dan pemerintah setempat, baik dana, pupuk maupun peralatan, tapi murni dari usaha MKBP sendiri.

Di awal tahun baru 2026, Majelis Keluarga Besar Permesta (MKBP) dibawah Ketua Umumnya Philip Pantouw, terus mengerjakan dan menggarap lahan pertanian baru untuk program menanam padi ladang, jagung dan gandum, di sejumlah desa di kabupaten Minahasa.

Kegiatan menanam dan menggarap lahan baru MKBP ini adalah untuk terus mendukung program ketahanan pangan Presiden Prabowo Subianto. Adapun program ketahanan pangan Presiden Prabowo Subianto tetap fokus pada swasembada pangan nasional melalui penguatan produksi dari tingkat desa.

Ketua Umum MKBP Philip Pantouw, menambahkan, untuk penanaman gandum di Minahasa sudah diujicobakan di beberapa desa, yang diharapkan bisa tersebar di seluruh desa Minahasa bahkan di daerah lain di Indonesia.

Alasan Philip Pantouw, gandum saat ini merupakan bahan makanan yang sangat dibutuhkan di dalam negeri baik bahan baku roti maupun mi instan, sehingga akibat kekurangan gandum, maka saat ini Indonesia masih melakukan impor gandum dalam jumlah besar.

“Ini yang harus dipikirkan bersama ke depan, bahwa swasembada pangan bisa tercipta bila produksi gandum dari petani Indonesia mencukupi. Karena salah satu tantangan Indonesia untuk menjadi swasembada pangan, apabila impor gandum secara perlahan di kurangi,” kata Philip Pantouw. (hvs)







Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *