Gambar: Jak Tumewan dan Logo Relawan Benteng Indonesia Emas Prabowo-Gibran
minahasaraya.com – Ketua Umum Relawan Benteng Indonesia Emas Prabowo-Gibran, Jak Tumewan, mengecam keras mengenai temuan mengejutkan soal adanya bandara ilegal di kawasan industri Morowali, tanpa ditempatkan otoritas negara, yang membiarkan keluar masuknya orang dan barang tanpa kontrol negara.
Kecaman Jak Tumewan ini, karena dirinya prihatin dengan kedaulatan, yang sepertinya sudah tergadaikan ke pihak asing. Jak menilai, sudah terjadi pembiaran dan ini merupakan ancaman bagi kedaulatan negara.
“Masa sih ada bandara yang beroperasi tanpa ada perwakilan negara di bandara tersebut. Ini sangat membahayakan bagi kedaulatan, jika ada bandara yang beroperasi secara ilegal mengenai masuk keluar orang dan barang tanoa kontrol,” kata Jak kepada minahasaraya.com, di Jakarta, Selasa, 25 Desember 2025.
Jak juga mengusulkan agar pemerintah, pihak instansi terkait bersama TNI untuk mengecek keseluruh pelosok negeri, mungkin bandara ilegal seperti ini bukan hanya satu, bisa saja ada lebih dari satu.
“Saya mendukung pernyataan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsuddin, bahwa tidak boleh ada negara didalam negara. Jangan digadaikan, apalagi ini menyangkut masa depan Indonesia dan NKRI,” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan disejumlah media, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin
menemukan ada bandara di Indonesia yang tak memiliki perangkat negara sama sekali.
Keberadaan bandara itu, menurut Sjafrie membuat kedaulatan ekonomi RI menjadi rawan.
Sjafrie menyampaikan ini usai menyaksikan Latihan Terintegrasi 2025 yang digelar oleh TNI di Morowali, Sulawesi Tengah, Kamis 20 Nivember 2025.
“Ada bandara tapi tak memiliki perangkat negara dalam bandara, ini bisa menimbulkan celah yang bisa membuat rawan kedaulatan ekonomi,” kata Sjafrie.
Sjafrie mengatakan pihaknya akan segera mengevaluasi masalah tersebut sehingga celah kerawanan kedaulatan ekonomi bisa teratasi. Sjafrie menegaskan pihaknya juga akan menegakkan regulasi untuk persoalan tersebut. (hvs)