Perhimpunan Minahasa Raya

Pertemuan Reiner Ointoe dan Donald Pokatong: Sepakat Bantik Bagian dari Minahasa

Foto: Acara Diskusi “Minahasa, Sei Reen” Dihadiri Reiner Ointoe, Donald Pokatong, Roy Massie, Veldy Reynold Umbas, Teddy Matheos, Merdy Rumintjap, dan Harris Vandersloot Laoh

minahasaraya.com – Budayawan dan Fiksiwan asal Sulawesi Utara (Sulut) Reiner Ointoe, akhirnya sepakat bahwa komunitas Bantik adalah bagian dari salah satu Pakasaan atau etnis Minahasa. Pendapat Reiner ini juga untuk meluruskan tulisan sebelumnya yang mengatakan Bantik bukan bagian dari etnis Minahasa.

Kesepakatan ini tercipta lewat pertemuan dan diskusi antara Reiner Ointoe dengan Ketua Dewan Pembina DPP Bantik Masuinsau Sasengkoang (BMS) atau DPP Bantik Bersatu Perantauan, Donald Pokatong, di Resto De Tuna, Rawasari, Jakarta, Kamis 28 Agustus 2025.

Diskusi yang mengambil topik “Minahasa, Sei Reen”, selain dihadiri Reiner Ointoe dan Donald Pokatong juga dihadiri Seniman dan Sutradara Film Veldy Umbas, Akademisi/Peneliti BRIN Roy Massie, Tokoh Masyarakat Kawanua Teddy Matheos, dan Cendekiawan Merdy Rumintjap yang merangkap sebagai moderator diskusi. Kemudian hasil diskusi ini dirangkum Harris Vandersloot Laoh dari minahasaraya.com.

Mengenai argumentasi Bantik bukan bagian dari etnis Minahasa yang diungkapkan Reiner Ointoe sebelumnya langsung dibantah oleh Donald Pokatong yang menegaskan bahwa Bantik memiliki akar sejarah kuat sebagai salah satu etnis yang mendiami tanah adat Minahasa.

Setelah perdebatan panjang, kedua tokoh (Reiner Ointoe dan Donald Pokatong) akhirnya mencapai titik temu. Mereka sepakat bahwa entitas budaya Bantik memang merupakan bagian dari Minahasa, sejajar dengan pakasaan Tombulu, Tontemboan, Tolour, Tonsea, Tonsawang, Pasan, Ponosakan, hingga Borgo Bawontehu. Semua berpadu dalam konsepsi besar Minaesa atau Minahasa.

Reiner mengatakan bahwa ungkapan dalam tulisan sebelumnya yang mengatakan Bantik bukan bagian dari etnis Minahasa adalah merupakan versi yang diambil dari buku Tanah Minahasa yang ditulis Nicolas Graffland, seorang penginjil dan penulis berkewarganegaraan Belanda yang lama diam di Minahasa pada 1840-1867.

Reiner mengatakan Bantik merupakan salah satu etnis bersama etnis yang lain yang kemudian membentuk sebagai bangsa Minahasa. “Sebagai etnis berarti ada koordinat yang lebih besar, nah koordinatnya adalah Minahasa,” ungkap Reiner.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *