Foto: Donald Pokatong, Reiner Ointoe, dan Anes Supit (Kolase: minahasaraya.com/harris)
minahasaraya.com – Ketua Rukun Bantik Jakarta, Donald Pokatong, mengatakan, suku bantik yang dipimpinnya selama ini sudah menjadi bagian dari subetnis Minahasa. Penegasan Donald ini untuk menjawab adanya pendapat yang keliru oleh beberapa pihak yang mengatakan bahwa etnis Bantik bukan bagian dari subetnis Minahasa.
Pernyataan Donald Pokatong kepada minahasaraya.com, di Jakarta, Selasa (19/8/2025), ini juga sebagai bantahan terhadap tulisan Fiksiwan Reiner Ointoe, di salah satu media sosial yang diterbitkan Selasa (19/8/2025), yang menyebutkan Minahasa hanya terdiri dari 7 subetnis, dan tak memasukan suku bantik sebagai salah satu subetnis Minahasa.
Dalam tulisan Reiner Ointoe berjudul: “KKK, Aset Etno-Sosiologi Kekeluargaan”, disebutkan bahwa penduduk asli tanah Minahasa, terdiri dari tujuh subetnis: Toulour, Tombulu, Totemboan, Tonsea, Tonsawang, Touraha (Ratahan, Ponosakan) dan Touselam (Jaton).
Akibat tulisan Reiner yang tidak memasukkan suku Bantik sebagai salah satu subetnis Minahasa, memancing reaksi Ketua Rukun Bantik Jakarta, Donald Pokatong. Secara tegas Donald mengatakan, Bantik sejak awal adalah bagian dari subetnis Minahasa, dan menuding tulisan Fiksiwan Reiner Ointoe keliru.
Menurut Donald yang benar jumlah subetnis Minahasa saat ini terdiri dari 9 (sembilan) subetnis, masing-masing, Tombulu, Tontemboan, Tonsea, Tondano (Toulour),
Tonsawang, Pasan (Ratahan), Bantik, Ponosakan, dan Borgo Wawontehu.
Pendapat Donald Pokatong didukung Sejarahwan Anes Supit. Menurut Anes Supit, tulisan Reiner Ointoe adalah mitos dan tidak berdasarkan referensi. “Tulisan Reiner yang tak memasukkan suku bantik sebagai subetnis Minahasa adalah mitos dari seorang Reiner Ointoe. Karena tujuh etnis Minahasa yang disebutkan Reiner, itu tidak berdasarkan referensi atau tidak berdasarkan sumbernya dari mana, berarti dia (Reiner) menulis itu berdasarkan dari sisi mitos menurut pemahaman dia sendiri,” ungkap Anes Supit, kepada minahasaraya.com, per telefon, Selasa (19/8/2025).
Anes menjelaskan, etnis bantik tercatat dalam kesepakatan di Watupinabetengan bersama subetnis Minahasa lainnya. Alasan yang logis bantik sebagai subetnis Minahasa, karena banyak marga orang Bantik itu mirip orang Minahasa. “Salah satu contoh kecil saja, banyak marga orang bantik: seperti Mandagi, Roring, Putong, Pantouw dan Lintong, itu juga banyak terdapat pada marga orang Minahasa,” jelasnya. (harris)